Kamis, 18 Februari 2010

Teman Baikku





makanlah denganku
tidurlah di alas tidurku
kubasuh tangamu
hingga mewangi....

pakailah bajuku
pilih mana yang kau suka
sematkan cincinku
di seluruh jarimu...

teman baikku
dekatlah
dengarkan aku
tak perlu kau risau
membayar pamrih yang tersirat....


by Nugie, lali taun piro..??

Minggu, 14 Februari 2010

Please, Don't Repeat





Ya Alloh, bimbing saya untuk mensyukuri apa yang telah Engkau amanahkan kepada saya. Termasuk rasa yang sering kali tidak dapat saya arahkan sendiri. Terlebih perasaan untuk meleburkan diri saya bersama orang lain. Baik laki-laki maupun perempuan.

Saya tidak ingin apa yang terjadi 6 tahun lalu terulang. Hanya karena saya tidak dapat mengelola rasa saya. Hanya karena rasa saya yang mungkin terlalu berlebihan terhadap teman saya. Bukan untuk memiliki, tapi untuk dapat saling berbagi. Mereka memiliki keluarga sendiri, sedang saya bukanlah apa-apa, terutama di depan mereka.

Ya Alloh, hilangkan rasa ini bila hanya akan menyakitkan saya, menyakitkan mereka. Saya menyadari bahwa saya bukanlah apa-apa. Saya hanya memiliki Engkau tempat saya mengadukan segala apa yang saya rasa, segala yang ada dalam pikiran saya.

Siapa yang membentuk saya bila bukan Engkau Ya Alloh. Siapa yang memegang tangan saya untuk dituntun ke jalan yang baik juga benar jika bukan Engkau Ya Alloh. Saya rendahkan diri dan hati saya di hadapanMu ya Alloh, hanya agar Engkau memelihara rasa cinta, kasih dan sayang yang Engkau tanamkan jauh di dalam hati kecl saya. Rasa ingin berbagi satu sama lain dari sesama manusia yang Engkau ciptakan tanpa disalahartikan.

Ya Alloh, please help me, please don’t leave me. Please keep my love to You my Lord.

Rabu, 23 Desember 2009

Black to Grey to White (Only God Who Knews)



Kita tidak pernah tahu, bagaimana seseorang berproses
Dari putih menjadi abu-abu
Dari abu-abu menjadi hitam
Atau sebaliknya.
Terkait dengan apapun kombinasi dari proses seseorang itu
Baru saja saya bertemu dengan seseorang yang telah mulai terlihat hasil dari berprosesnya
Sangat natural, tidak munafik dan sok idealis



Sebut saja namanya ’Rosi’

Beberapa tahun lalu saya mengenalnya sebagai preman di satu kawasan industri di Cikarang. Sayapun pernah berkonflik dengannya. Saat itu konflik terjadi antara perusahaan tempat saya bekerja dan Rosi (yang saat itu membawa seorang calon karyawan dan DIHARUSKAN diterima sebagai karyawan). Itu awalnya kenapa setiap nama Rosi disebut, saya sudah ill feel.

Namanya juga preman, kemana-mana bawaannya hanya petentang-petenteng. Tidak ada nilai positif yang melekat di dirinya.

Kabar terakhir Rosi bekerja pada seorang Bos asal India. Sebagai driver.
Mendengar itu saya sempat kaget. Nggak percaya. Asli nggak percaya. Bagaimana bisa orang seperti Rosi bisa bekerja, apalagi sebagai driver. Rosi yang biasa bekerja semau dia, apapun semau dia, lah...malah jadi driver yang notabenenya mesti nurut sama Bos-nya.

Tapi malam ini, saya bertemu dengannya. Dia malah curhat. Bahwa dia sudah resign dari tempatnya bekerja sebagai driver dari seorang Bos asal India.

Rosi bertutur dengan dialek sundanya yang kental dan agak cadel.

Kenapa?

Karena istri Bos-nya selalu mau jalan-jalan. ”Bukan masalah capek mas, saya cuman dibayar 3ribu per jam. Kerja 12 jam cuman dapet 36ribu. Kalo jalan sama Sang Istri, saya nggak dikasih makan. Mau ke warung, takut dia selesai belanjanya. Saya kan jadi repot. Pernah keluar jalan-jalan sampek jam 11malam. 1ribu pun saya nggak dapet, padahal saya nungguin dia sampek nggak makan, sampek diusir sama tukang parkirnya, soalnya parkirnya udah kelamaan. Kalo sama Sang Suami, dia pengertian. Waktunya makan saya dibeli’in chicken, waktunya sholat saya disuruh sholat dulu, kalo dia visit ke satu tempat, dia kasih tau berapa lama dia di dalam.”

”Waktu saya resign, saya disuruh ambil gaji ke Jakarta, lumayan sih, saya kerja kurang lebih 20hari, tapi saya nggak mau ribet. Akhirnya Bos kasih saya gym equipment. Nilanya katanya 10juta, tapi saya bingung mau ngejual kemana, gak laku-laku.”

”Saya juga punya jualan, aksesoris dari magnet. Kalo mas mau, beli aja. 150ribu. Gak dibayar sekarang juga gak papa, besok aja. Soalnya buat modal hidup di tempat baru nanti. Saya diterima kerja di daerah xxx mulai kerja hari senin besok. Saya gak punya bekel. Malu mau minta sama orang tua.”

--
Dari kejadian itu, aku sempat berpikir. Bagaimana seorang preman (saat dulu) bisa bener-bener berubah, 180ยบ.
Dia telah bertransformasi.
Semoga
From black to grey
From grey to white


Hanya Alloh yang tahu apa yang sebenarnya tersembunyi di dalam hati.
Alhamdulillah, thanks God for lesson today.

Jumat, 27 November 2009

Menata Kembali Mozaikku

Ada hal yang melegakan
Setelah sebuah mozaik harus hancur oleh hal duniawi

Kepingan mozaik persaudaraan yang pernah terberaikan
Karena kaki harus berdiri
Karena tangan tak boleh menengadah kecuali pada-Nya

Saudara-kerabat yang telah terpecahkan
Dari...hingga...
Waktu kami terberai karena harus hidup

Saudara-kerabat yang meninggalkan kerana tak mau repot mengurus yang terbuang
Yang ditinggal oleh penggembalanya...
Yang harusnya bertanggung jawab atas keberadaannya...

Satu-satu kutemukan lagi...
Meski mereka tak mungkin kusatukan...
Kerana aku bukan apa-apa di depan mereka
Tapi bolehlah aku bahagia setelah dapat kutemukan mereka...
Kusatukan mereka dalam satu inbox

Aku tak peduli masihkah ada perseteruan antara mereka
Tapi aku ingin melihat gigi mereka dalam senyum...


Thank You to:
De Mis, Mbak Nanik, Mbak Miming, Mas Heri, Mas Cuk, Mas Dedy...
Lek Ujik, Lek Sum, Kiki & Gembvl...
De Sam, Mas Nanang, Mas Wid...
Lek Hum, Lek Tunuk, Aci, Bagong, Toti...
Mas Sofi, Mbak Pipit-Mas Rusdi, Ucon...
De Samma, Yu Um, Cak Sipul...

(Dan aku ingin temukan kalian dalam facebook....hehehehe)

Selasa, 13 Oktober 2009

M E R A H




Beberapa sulutan kusikapi dengan langit biru
Tapi sulutan yang ini telah meMERAHkan langitku
Sekali MERAH tak mudah untuk membuatnya biru

Tak hanya menyayat hatiku
Tak hanya menginjak kepalaku
Tapi juga merendahkan orang-orang yang menjunjungku

Aku memang seorang anak hilang
Tak ada kerabat juga saudara
Aku berdiri hanya di dua kakiku

Ya...
Aku memang seorang anak hilang
Langitku telah MERAH
Tak mudah, tak singkat untuk membiru

Bila KAMU tak terima
Aku siap untuk tak sehadap denganmu