Minggu, 07 September 2008

I Miss You Bunda


Saat matahari belum kukenal kau sudah menyayangiku
Saat udara belum kurasa kau sudah menyayangiku
Bahkan umurku belum terhitung kau sudah mendambaku
Dan kau telah menungguku meski namaku belum terpikirkan

Geliat demi geliatku kau rasa
Meringis dan meradang adalah hal biasa
Satu usapan telah menenangkanku
Kenakalankupun telah kau rasa

Puji syukur kehadirat-Mu Tuhan
Ibuku masih ada saat jeritan pertamaku didengarnya
Setelah ia menahan nafasnya
Setelah ia merasakan otot diseluruh tubuhnya menegang seakan putus sekala itu

Satu demi satu aku berjalan dalam tahap pertumbuhanku
Saat hanya bisa merepotkan
Saat hanya pandai membangunkannya saat matanya seharusnya masih terkatup
Tapi tak sedikitpun aku merasakan keberatannya mengasuhku dalam peliharaan-Mu

Aku berdiri di atas kekhawatirannya
Aku ada di atas gusarnya
Aku diam dalam senyumnya
Aku sunyi dalam tangisnya

Aku teringat saat-saat yang sangat berat baginya. Saat yang dicintainya tak lagi berdamping di sisinya. Sangat berat. Tangiskupun tersembunyi dari pandangannya. Karena aku tak mau hidupnya semakin berat oleh raut kusutku.

Hingga umurku yang saat ini
Belum juga aku dapat menyayangimu
Hingga jarakku yang begitu jauh darimu
Tidak juga aku beranjak untuk mengukir senyummu

Mendengar suaramu saja tak sanggup kunyatakan setiap hari
Apalagi untuk mencium tanganmu yang telah mengasuhku
Saat kau katakan untuk tegak dalam hidupku
Saat itu pula aku kembali pada waktu engkau tegak dalam mempertahankan hidup untuk anak-anakmu

Senin, 25 Agustus 2008

GAK MUTU BLAS

Hari yang sangat mengejutkan
Baru saja terpikir
Sebenarnya senin ini bukan termasuk list hari yang membosankan dan terasa sangat panjang
Tapi, Senin 25 Agustus 2008 adalah hari yang buruk

Pertama,
Aku chated dengan kenalan temenku
Sepertinya dia memang orang yang pinter
Ngobrol-ngobrol tersampaikanlah sebuah keinginanku untuk hidup lebih baik
Tapi aku merasa sangat tersinggung dengan cara menjawabnya yang bernada ejekan

Kedua,
Aku menemui teman lamaku yang hari Minggu kemarin gagal kutemui
Dia katakan kalau dia sedang ada masalah dengan istrinya
Dimana temanku terkesan lebih meluangkan waktu untukku dari pada untuk istrinya

Gila...
Tadi aku pulang nggak terlalu malam
Ya, hari ini,
SENIN 25 AGUSTUS 2008
Cukup membuatku tersinggung

syt

Senin, 18 Agustus 2008

Indonesia, Aku ingin bangga padamu

16 Agustus 2008

Baru saja aku melihat tayangan di Trans7. Pokok pembicaraannya adalah keluhan para ahli dan pengamat politik tentang banyaknya partai yang nangkring buka lapak di Pemilu 2009 yang kampanye-nya sudah dimulai.

”Banyaknya partai yang ikut dalam Pemuli 2009 nanti sungguh membingungkan rakyat. Mungkin rakyat sudah tidak interest dengan keberadaan partai yang banyak ini, atau malah jijik. Rakyat bingung yang mana bendera partainya. Ini adalah bukti bahwa management Republik sudah salah.”

”Ya...banyak sekali teman-teman yang sudah gagal dalam partai yang sebelumnya, ramai-ramai membuat partai sendiri. Jadi syahwat untuk menjadi penguasa ini memang sangat besar.”

Dua pernyataan di atas dilontarkan oleh politisi dari partai, dan dua-duanya dari partai besar.

Padahal, saat orde baru baru saja bangkrut, banyak politisi dan pengamat politik yang komplain, kenapa partainya hanya 3, di luar sana, di beberapa negara maju partai itu banyak, sehingga pemikiran dan pendidikan politik bagi rakyat sangat terbuka.

He...he...
Apakah bangsaku ini adalah bangsa munafik...
Sebentar bilang ingin banyak partai...sebentar komplain kebanyakan partai...
Yang salah pemberi mediasi bagi partai...apa pengamat politiknya yang goblok, kalau pelaku yang ada di partai saya tidak komentar, yang di sana memang bersyahwat besar untuk ingin berkuasa.

Golput...
Bukan hal yang bijaksana. Apalagi ajak-ajak, nggak pantes dijadikan panutan.


17 Agustus 2008

Selain menonton Avatar dalam Book of Fire di Global TV, aku juga menonton Apa Kabar Indonesia Pagi di TVOne. Di sini dihadirkan pelaku sejarah dan fotografer yang bekerja pada jaman perjuangan, sembari menunggu detik-detik proklamasi yang rencananya akan disiarkan oleh semua tivi.

Host berkomentar bahwa generasi muda sekarang sama sekali tidak menghargai sejarah. Tentu saja Sejarah Perjuangan Indonesia. Tidak mengenal para Pahlawannya. Pepatah yang bilang: ”Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai Pahlawannya” semakin sering disebut-sebut.

Padahal, saat reformasi bergulir, orang-orang pandai itu berkomentar bahwa sejarah yang ada di masyarakat, hanyalah kebohongan besar yang dikarang oleh orde baru untuk mendapatkan hati rakyat, bahkan ada rencana pelajaran sejarah sudah tidak diperlukan lagi untuk di pelajari di sekolah-sekolahdan sudah waktunya pelajaran sejarah dihapuskan dari kurikulum.

KRISIS APA LAGI INI.
APAKAH BANGSA INI MEMANG BANGSA YANG MUNAFIK.

DUNIA SEDANG MENTERTAWAKAN KITA, INDONESIA.
BUKAN KARENA ULAH ORANG LAIN, TAPI OLEH KELAKUAN BANGSANYA SENDIRI.

Ada satu joke jawa yang mungkin tepat bila diarahkan ke Indonesia:
Isuk dele, sore tempe

Bahasa indonesia-nya:
Pagi kedelai, sorenya sudah jadi tempe

Sangat memprihatinkan.

Di salah satu iklan tokoh reformasi (atau bahkan capres putaran 2009 nanti), dielukan:
100 tahun kebangkitan nasional
63 tahun kemerdekaan
10 tahun reformasi

Sangat mengiris hati. Saya sebagai satu bagian dari bangsa Indonesia, seharusnya bangga dan bisa membanggakan negeri ini. Indonesia. Tapi setelah mendengar mulut orang-orang pintar itu, saya hanya bisa menunduk dengan kepala yang merah, menanggung malu.

Minta partai lebih dari 3, setelah dituruti dengan partai banyak, malah komentarnya jangan banyak-banyak.

Sejarah digembar-gemborkan hanyalah kebohongan dan dihapus saja dari kurikulum sekolah, sekarang malah minta generasi muda belajar sejarah.

Entah berita apalagi tanggal 18 Agustus 2008 besok. Liburku masih sehari lagi.

Ape diapakno bongso iki. Ape mbok gowo nang endi pikirane bongso iki. Saiki sing njajah Indonesia iki duduk londo ambek jepang, sing njajah Indonesia iki yo bongsone dewe, sing sekolane jarene pinter, sing sekolane nok luar negeri, tapi nggilani, isone nggembosi bongsone soko njero, cumak iso nggobloki bongsone dewe. Nek cumak pingin nyocot & mlebu tivi, luwe apik wong-wong koyok ngono iku mati. Kemerdekaan gak disyukuri, gak diisi ambek barang nggenah.

Sepurane sing gede Indonesia. Aku gak iso ngekeki sing gede kanggo bongsoku. Aku duduk wong sing pinter. Aku cumak wong pabrik sing sering diakali ambek wong-wong pinter, tapi ojok dipikir aku wong goblok. Aku duduk wong sing tahu sekolah nok universitas dalam negeri opo maneh luar negeri, tapi aku duduk wong sing keblinger ambek kepinterane.

Sepurane nek tulisanku seje ambek pikirane sing moco. Sepurane nek tulisanku seje ambek sing wis nyocot nok ngarep tivi.

Minggu, 29 Juni 2008

I'm Sorry Dad...

You have been leave me
Not alone body
But alone think

Difficulty by difficulty must pass by tears, by blood
Emotion often dominated every step
Cause our live really-really hard
Yes, I must understand who I am

Momentarily
One of your three sons will go
Going to picks his wife
His choice self

But...
At last second of his marriage time
So many problem that he should solves
And he doesn’t capable to solve on the spot problem
Once more just emotion often dominated every step

Dad...
I successfully to motivate my crew on my company where I work

But I’m sorry...
My standard way can’t change my brother, your son
One of your three sons

I don’t care he will care about me
I just ask he care about mom
How he will bring mom to your marriage places
To see her son make an oath
Oath on his marriage

I don’t care he doesn’t need me anymore
I just want he understands he will need mom
His require maybe not now
Because live not just now

I don’t care he never contacts me
Call me by phone or come to my home
I just hope he always contacts mom
Just say hello and ask how his health

I never need his money
I just want he ask mom what her need

I can understand how big desirability mom to get attention from him, his son
I want to see mom can smile because him
Not just think for and about him

Maybe what I want too high, too much
Are my desires not logic?
Are my hopes too excessive?

Dad...
I’m sorry...
I can’t bring our family like what you want
Like what you hope
Like what you mandate to me


Cikarang-

Minggu, 08 Juni 2008

?




Entah siapa engkau
Yang pasti aku sedang mencarimu

Dimana engkau ada
Aku sedang menuju ke tempatmu

Aku tak menunggu engkau datang padaku
Karena aku yang seharusnya mendatangimu
Tapi yang kutunggu adalah
Tangan Alloh yang membukakan pintumu untukku

Aku yakin engkau sedang menungguku
Meski engkau belum pernah tahu bagaimana aku
Siapa aku
Bahkan dimana aku

Engkau...
Seseorang yang akan bersamaku
Yang akan selalu bersabar denganku hanya untuk-Nya
Yang akan menyatukan hati mengabdikan diri pada-Nya

Ya...karena hidupku hanya untuk-Nya
Untuk mengabdikan seutuhku hanya kepada-Nya

Bersediakah engkau...
Untuk menjadi yang sabar bersamaku
Yang mengabdi denganku

Tak perlu kau katakan sesuatu
Tunduk wajahmu telah mengatakannya
Satu senyum sudah menjadi jawab atas harapku
Itupun sudah cukup bagiku
Yang akan membesarkan hatiku
Untuk mantap berjalan bersamamu
Menapaki jalan yang masihkah panjang
Atau tinggal sepenggalan saja

Tak perlu hirau akan sisa waktu yang tertinggal
Waktu memang sudah sisa sejak kau dan aku ada
Yang perlu dihiraukan adalah
Apa yang akan kita lakukan untuk membuktikan pengabdian kita
Kepada-Nya